Tampilkan postingan dengan label budaya indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, Oktober 28, 2009

budaya indonesia yang hampir punah

  1. Cium tangan
    biasanya sih dibilang salim (?) ya gan? kalo TS sampai skrg pun stiap pergi slalu pamit ke ortu kaya gt, kalo ke nyokap, pake cepika cepiki pula , tapi ini penting lho gan, selain menanamkan rasa cinta kita sama ortu, cium tangan itu sebagai tanda hormat dan terima kasih kita sama mereka, sudahkah mencium tangan ortu kalian?
    Spoiler for seperti ini:


  2. Penggunaan tangan
    Di luar negeri, gw rasa ga ada masalah ya dengan ini, tp bukankah budaya kita menganjurkan penggunaan tangan kanan, dlm memberikan barang, berjabat tangan, ataupun saat makan (yang kidal pengecualian ya gan )
    jangan anggap itu budaya yg ketinggalan jaman / kaku / norak, karena negara kita beda dgn negara barat, pertahankan itu, supaya jati diri bangsa kita nggak hilang gan
    Spoiler for no sara ya gan ;):


  3. Senyum & Sapa
    Ini Indonesia banget, dulu citra negara kita adalah negara yang ramah, murah senyum, jangan sampai hilang gan. Karena senyum itu ibadah, dan sapa itu menambah keakraban kita dengan sekitar kita percaya sama gw, ga ada ruginya kita lakuin itu.
    ( Pengalaman gw di kerja Jatim, disana penduduknya sopaaaan dan ramah banget, padahal gw pendatang dr Jakarta. Gw baru sadar inilah Indonesia sesungguhnya )
    Spoiler for senyum gan:


  4. Musyawarah
    Boro-boro mau musyawarah, kenal sama pak RT aja nggak. Gausah RT deh, yakin gw banyak orang yang ga kenal sama tetangganya sendiri, no offense gw juga kaya gt soalnya gara gara sibuk kerja dan kuliah sampe malem. tp coba deh sesekali ada acara di lingk.rumah lo, lo ikut ngumpul, gausah lama lama, tp minimal lo kenal sama orang disekitar lo, dan bisa ngebantu memajukan lingk.rumah lo juga
    Spoiler for rapat:


  5. Gotong Royong
    Kerja bakti, kasarnya. Jaman gw smp, di lingk.rumah gw sering banget ada kerja bakti hari minggu, ngebersihin parit / got lah, memangkas semak semak lah, atau minimal ngebersihin halaman rumah sendiri bersama sama. Sekarang? Ayolah, sebulan sekali pun gapapa kan gan, asalkan bisa mempererat persatuan Lingk.kita?
    Spoiler for kerja bakti :) :






copy from : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2520369

budaya indonesia

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, dan Eropa, termasuklah kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.

Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh Malaysia dengan industri batiknya.[54] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.

Pengaruh yang paling dominan dalam arsitektur Indonesia adalah arsitektur India; namun terdapat pula pengaruh dari arsitektur Tiongkok, Arab, dan Eropa.

Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah bulu tangkis/badminton dan sepak bola; Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.[55] Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke.

Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta,[56] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yang dipengaruhi oleh musik Arab, India, dan Melayu.

Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia 'dicuri' oleh negara lain[57] untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:

Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya.[58] Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan dan ayam adalah bahan yang penting.[59] Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan mendominasi bioskop di Indonesia,[60] meskipun kepopulerannya berkurang pada awal tahun 1990-an.[61] Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat.[60]

Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;[62] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.[63] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling kesohor. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.[64] Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.[65] Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.